Agustus 22, 2010

wajah - wajah

Pernahkah kau menghitung sudah berapa banyak wajah yang kau lihat selama kau hidup ? wajah pertama yang kau lihat ketika kau lahir , wajah yang sering kau jumpai di rumah , di sekolah , di tempat mu bekerja . wajah yang hanya sekali kau lihat ketika kau berpapasan dengan orang asing , mungkin di dalam bus . sudah berapa banyak wajah yang kau lihat selama kau hidup ?

100? 1000 ? atau 10000 ?

dari semua wajah itu , setidaknya 100 tersimpan baik dalam memori otak kita . kedua orang tua kita , saudara - saudara kita , pacar kita , sahabat - sahabat kita , dan tetangga kita . wajah - wajah inilah yang membentuk kita . membentuk hari - hari di kehidupan kita . ketika kita melihat salah satu dari wajah itu bersedih , secara otomatis , hati kita ikut bersedih , tidak tahu kenapa . ketika wajah - wajah itu tersenyum kemudian tertawa terbahak - bahak , entah mengapa hati kita ikut bahagia . tak perduli wajah - wajah itu memiliki hidung yang mancung , mata yang biru , kulit yang putih atau rambut yang pirang .

wajah - wajah ini yang selalu menyambut pagi kita , ada yang setiap pagi , ada yang beberapa hari sekali , ada yang beberapa minggu sekali , namun ketika kita melihat wajah - wajah itu , kita merasa di rumah , dimanapun kita berada. sejauh apapun kita dari rumah , ketika kita membuka mata , dan melihat senyum itu , atau lesung pipit yang manis itu , tak perduli kita tak mengerti bahasa orang - orang disekeliling kita , kita merasa di rumah .

beberapa wajah benar - benar jelas terekam dalam ingatan kita . beberapa wajah samar - samar kita ingat , yang lainnya mungkin hanya sepintas dalam ingatan . kadang , wajah - wajah yang terekam jelas itu memudar seiring berjalannya waktu , atau bisa juga karena adanya wajah - wajah baru yang mengisi hari kita . kita tak mau melupakan wajah yang lama itu , namun waktu memaksa kita untuk ikut maju bersamanya , atau kita terseret arus waktu yang deras .

ada hal unik mengenai wajah - wajah ini : mereka amat berperan dalam kehidupanmu . jika wajah - wajah yang kau lihat seringkali adalah wajah - wajah bahagia , maka hidupmu akan dipenuhi oleh kebahagiaan . namun jika wajah - wajah yang sering kau lihat adalah wajah - wajah kesedihan , bukan tidak mungkin hidupmu diisi dengan kesedihan . wajah - wajah kemarahan membuatmu mudah marah , wajah - wajah yang tertunduk membuatmu lesu .

meski mereka berpengaruh besar dalam hidupmu , anehnya , mereka tidak menentukan jalan hidupmu . mereka tidak menentukan akan menjadi apa kau kelak . karena kaulah yang harus menentukannya .

kau tahu , ketika wajah - wajah disekililingmu muram , kau bisa membuatnya menjadi tersenyum . atau jika wajah - wajah disekelilingmu penuh kemarahan , kau bisa membuatnya melembut . itulah alasan mengapa wajah - wajah itu tidak bisa menentukan hidupmu .

dalam hidupku , aku sudah melihat begitu banyak wajah . di rumah , aku melihat wajah kesedihan . di sekolah , aku melihat lebih banyak macam wajah : ada wajah kesombongan , wajah kemunafikan , wajah ketakutan , wajah kesepian , wajah rendah diri , namun di sekolah pula aku menemukan wajah yang tersenyum . di gereja aku selalu menemukan wajah yang penuh semangat .

lebih dari itu , aku pernah menemui 2 wajah yang jarang dilihat anak muda seusiaku . ya kau tau , wajah - wajah anak muda biasanya dipenuhi dengan tawa bahagia , wajah - wajah mabuk cinta , atau mabuk pesta , bukan wajah yang kulihat ini .

yang pertama ialah wajah malaikat kematian . aku pernah begitu amat dekat dengannya . mungkin tidak secara langsung . aku melihatnya di wajah ibuku untuk yang terakhir kalinya . ia menusuk hatiku dari segala arah , hingga aku mati rasa .

wajah yang kedua ialah wajah Tuhan . setelah wajah malaikat kematian itu pergi , aku melihat wajah Tuhan denga jelas . cahayanya memulihkan luka - luka di hatiku karena ditusuk si malaikat kematian .

aku tak tahu apakah aku harus merasa bersyukur atau tidak karena melihat wajah - wajah itu . yang kutahu , semua wajah - wajah itu , wajah - wajah yang telah kulihat di rumah , wajah kesedihan itu , mengajarkanku untuk menjadi manusia yang kuat dimanapun aku berada ,

wajah kesombongan di sekolah mengajarkanku untuk selalu menjadi rendah hati , karena kita tak pernah tau hari esok . bahkan detik berikutnya ,

wajah kemunafikan membuatku belajar untuk menerima diriku apa adanya , keseluruhannya , karena itulah cara terbaik untuk menikmati hidup .

wajah anak yang selalu ketakutan di sekolah itu , membuatku mengerti bahwa tidak ada pengecut yang berhasil ,

wajah kesepian membuatku sadar bahwa hidup adalah berbagi dengan sesama , bukan menikmati sesuatu sepuas - puasnya sendirian ,

wajah rendah diri membuatku berdiri tegap ,

dan wajah yang selalu tertawa itu , membuat hatiku yang beku ini mencair.

saat ini aku berada ribuan kilometer jauhnya dari wajah - wajah yang sering kulihat itu . semua wajah di tempat ini sama sekali baru , dan (mungkin) belum pernah kulihat dalam hidupku .

namun aku tak mau menutup hatiku . karena aku tahu , suatu saat nanti , wajah - wajah yang tak kukenal ini , akan menjadi bagian dari kehidupanku juga , sama seperti wajah - wajah sebelumnya telah membentuk hidupku sekarang .

dan aku tak akan melupakan wajah - wajah lama yang telah mengisi kehidupanku itu . aku mau menyimpannya dalam - dalam , untuk kembali kuingat ketika tiba waktunya aku untuk mengingatnya suatu saat nanti .

jadi mulai sekarang , aku mau mengangkat ujung - ujung bibirku tinggi - tinggi kepada semua wajah baru yang kutemui ,

siapa tahu salah satu wajah baru itu akan kulihat sampai aku menutup mata terakhir kalinya nanti..

Juli 07, 2010

hidup tak akan kemana, kawan..







jadi saya bertemu seorang kenalan yang sudah cukup lama tidak berjumpa . saya tak mengira kalau itu "dia" karena dirinya sudah jauh berbeda dari yang saya kenal 10 tahun lalu .
Ia sudah bekerja di sebuah toko elektronik sebagai seorang teknisi . dalam hati saya "whoaw" , dan yang lebih mengagetkan lagi , ia sudah menikah dan mempunyai seorang anak . "WHOAAW" . umur kami terpaut 1 tahun , ia lebih tua dari saya . kami memutuskan untuk duduk mengobrol dan bertukar kabar . seiring perbincangan berjalan , saya menyadari satu hal : umur kami terpaut 1 tahun , tapi pola pikir kami terpaut puluhan tahun .



===================================


dulu , saya sering terbangun di malam - malam yang gelap , di kamar saya yang gelap dan hanya terdengar deru hexos-fan , saya meraba dalam gelap sambil bertanya dalam hati : siapa saya . umur saya baru 8 atau 9 tahun . 10 tahun lebih sudah berlalu dari waktu itu , namun di antara teman - teman yang tertawa terbahak - bahak , saya masih sering bertanya - tanya : siapa saya .

siapa saya ?

orang yang melalui sebagian hidupnya bersama saya pasti tahu kalau saya sudah banyak berubah . terkadang ketika saya berkumpul dengan teman - teman masa kecil , dan mereka menceritakan sesuatu tentang diri saya , saya sering berkata "oh ya ? masa ? saya berbuat itu ?" , pertanyaan - pertanyaan seperti itu yang membuat mereka tertawa dan menyinggung , "jangan bilang kamu lupa !"
sejujurnya saya memang tidak mengingatnya . beberapa memang cukup pahit untuk diingat , namun ketika pengalaman indah yang tidak mampu saya ingat , saya mulai berpikir , ada yang salah dengan diri saya ?

semuanya menjadi semakin rumit ketika saya harus menentukan pilihan studi di universitas . pertama - tama saya memilih ilmu politik , namun kemudian saya ingat , seni sudah menjadi bagian hidup saya , jadi saya berganti untuk mengambil seni di bidang perfilman , kemudian saya sadar menjadi seorang seniman berarti tidak menugtamakan uang , sementara saya selalu bercita - cita untuk menjadi orang kaya raya , jadi saya merubahnya ke management , dan begitu terus . selalu ada alasan di balik pilihan yang saya ambil , selalu ada kejelekan di setiapnya .



perbincangan saya dengan kerabat lama yang sudah lama tidak bertemu itu menambah ketidak puasaan diri saya akan hidup yang saya jalani . tanpa mengurangi rasa hormat saya pada dirinya , ia bukan orang yang cemerlang dalam bidang pendidikan . di sekolah dulu nilai - nilainya tidak terlalu baik , orangnya pun sedikit pemalu dan pembawaannya sederhana . namun entah mengapa waktu ia menceritakan kisah hidupnya , yang juga sederhana , saya merasa ia mempunya semua yang saya butuhkan , dan sayalah yang kekurangan banyak hal .
ketika saya bercerita bahwa saya akan berangkat ke Perancis untuk melanjutkan kuliah , ia sedikit terkejut , dan ia menyampaikan rasa kekagumannya akan diri saya , entah mengapa disaat yang bersamaan saya merasa ia berbohong . saya tahu ia tulus , yang membuat saya merasa ia berbohong adalah perasaan rendah diri saya di hadapan dirinya yang mampu menikmati hidup , apapun keadaanya .

tak ada lagi rasa kasihan di dalam diri saya terhadap dirinya . gaji seorang teknisi muda untuk menghidupi istri dan seorang anak ? wow, saya sama sekali tak bisa membayangkan diri saya di tempatnya . bertanggung jawab untuk diri sendiri saja masih tidak becus , begitu kata papa saya , apa lagi harus menanggung jawab seorang istri dan seorang anak !!!

ketika berkali - kali saya berkata " bagaimana bisa " , akhirnya ia berkata satu hal pada saya , "jangan membuat hidup rumit . " . rumit adalah diri saya . dan bagaimana mungkin saya hidup tanpa kerumitan ?
sewaktu kecil ketika mama saya memakaikan kaus berwarna hijau dan celan berwarna biru , saya selalu menolak memakainya . "tidak cocok!!"
"apanya yang tidak cocok?" mama saya menjawab kesal .
"warnanya!"
"tapi kan kamu masih kecil , kamu lucu memakai ini."
"saya tidak mau terlihat lucu!"
di lain waktu saya mengeluh tentang baju yang bagian merk di lehernya membuat saya gatal - gatal .
"saya tidak mau memakai baju itu!"
"kenapa ?"
"baju jelek !"
"itu baju mahal ."
"pokoknya saya tidak mau!"
atau gelas yang harus disediakan khusus untuk saya minum ,
atau parfum kakak saya yang harus diganti karena baunya membuat saya sesak nafas ,
atau menu makanan yang harus disesuaikan karena lambung saya yang rentan...!!!!
atau sekolah yang harus diganti karena saya tidak menyukainya (omong - omong saya berpindah sekolah 3x ) ..!!!!!!



saya tersenyum menyadari banyak hal tentang diri saya dulu yang baru saya sadari sekarang . meski sekarang saya tidak serumit itu , namun saya menyadari bahwa kerumitan itu jugalah yang membuat diri saya menjadi seperti ini . kerumitan - kerumitan itu membuat saya menyadari bahwa sesungguhnya untuk menikmati hidup ini kita perlu berhenti barang sejenak di pinggir jalan hidup , menikmati lalu lalang waktu yang tak bisa dibendung , atau sesekali menengok ke belakang untuk memetik pelajaran darinya .






"ver, jalannya bisa lebih pelan ? aku kan cewek." , "kenapa selalu terburu - buru ? kenapa selalu datang telat ?" , "bisa diam tidak ?!" kalimat - kalimat itu membuat saya sadar bahwa saya selalu terburu - buru menjalani hidup . saya kehilangan banyak esensi kehidupan , saya melewatinya begitu saja !



kalau kau terjebak macet , nikmatilah kemacetan itu . nikmatilah itu sama seperti kau sedang menikmati deburan ombak di pinggir pantai .
ketika kau harus menunggu namamu dipanggil selama berjam - jam , nikmatilah itu , sama ketika kau menikmati waktu - waktumu bersama pacar yang kau kasihi .
nimatilah ketika kau harus sendirian dan tidak memiliki seorangpun untuk berbagi ,
nikmati semua hal itu.. dunia tidak akan kemana - mana , kawan .



Januari 18, 2010

how hard we listen to our heart...

it's been so long since the last time i wrote in this blog. feels like thousand years ago. and i honestly say that i miss to write in here .
i can't say that i was busy enough to write something in this place . there always be time to wrtite something, but it's always end with blank.

I was thinking that i'm changing . that's why its really hard to find some ideas to write . but now , i come back .
this blog started when i decided to go to france , and i believe , it will end just as it's start .

i was choosing my study in french days ago , and i found myself have no idea of what major should i take . so many things in my head and it makes me confuse . my first choice is i want to take cinematographique , but most of cinematographique in french are private , and it costs really expensive , so i change it into something called "art du spectacle" (it can be said performing arts) . But this major is not that specific as cinematographique . it learn about theatre , dance , photography and also cinematography .
and then the other option is to work in abroad , that can be work in ambassador of Indonesia in franchophone country or it might be work in United Nation . to do this , i have to choose 1 of these 4 major : history , geography , science politic , or laws , in my Bachelor , then take international relation in Master degree .
the other option is to take education . i always imagine my self being a teacher. i like inspiring people btw , and i have so much experience in my life to share with my students .
i also want to be a psycholog because i want to improve my self . i have so many bad characters , and i just want to "repair" it .
now maybe you start to think that i am wishy washy , but yeah , i have one another option ,
i want to take management . i like imagine my self becoming a man with integrity and suite , leads hundreds even thousands people in a company , take decision , have power , something like that .

know you see how confuse i am . every option has its advantages and disadvantages and i can't even chose one of them .
i asked advices to many people : my ex-teacher , my best-friend , my aunt , my grandma.. but all of them just answer : "just listen to your heart" .
but how ? its really easy when i give advices to my friends to take the subject they like , but it really hard when i , my self , do it .
days after days i'm becoming more confuse and dont know how to choose . untill last night , i choose not to sleep , but look inside my self , what exactly i made for . i chat with my french friends brendan , he advice me to take management . we're searching the university who has the proper program for me to follow (i've always think that economy is not my things) , and got some great university . i was so confident to take it . it was 5a.m. when i went to sleep .

===================================

lettre for people i know in my life


Salute,
I woke up this morning (11am actually) with weird feeling : the feeling of regret. Its like you wake up in the morning and you feel disappointed of ure life or what have you decided.
Its bring me to another thought that maybe these time my mind filled with so much worries, and its make me can't see it clearly. I thought what people said about me, I asked to much advices , I let myself lost because I closed its door and didn't want to listen to its voice.

in my perfect world, I imagine myself as a mature man with integrity, honor, power and also glory. As a man, that is normal I think. Its the main needs of everyman, to be a powerful and being respected. A man with elegant suite with his suitcase, and always looked busy with his bluetooth , talking about how big the profit if we accept this agreement. I also imagine if one day I'm standing in front of the world leaders as the general secretaire of united nation , push them to decrease the effects of global warming. I know its too far and maybe for some of you , I'm a fucking dreamer. I won't deny it!

But also , I have another dreams, if I can't say this the easiest , then I say this as the most possible dream . Of course we don't have boundaries when we pick a dream. You can have a dream to be the first man who go to Alpha Centaury ,or you can be the first man who lived in the sun. Dream doesn't have boundaries, but we are , human being, the boastful creatured ever created , have limits. and we can't deny it.

I don't want to say that have a dream to go to Alpha Centaury is impossible. There always be something , people said it luck , I prefer say it God's chance, to make our dreams come true. I do believe it . Maybe one night , on the silent hill, you are seeing the stars, and hooppss, there is a bright light appears near you, and voila, that's a UFO and he bring you to Alpha Centaury. We've never know?!

What I want to say is that we can dream unboundaries. But in those unboundaries dreams, there always be a dream, that written in your heart, its even written before you're bornt! When a young couple talked about their dreams , their life, their child.
Yeah its us . We're build by our parent's dream. A dream of a better life.
It's written in your heart because when your mom pregnant, every night he talked to her little baby "you'll gonna be a good guy, who appreciate woman, guard them , and love them, not too make them cry ." , "you'll gonna be a lovely mother who take care your family , nurture your child with love and support your husband with your pray." Et cetera , et cetera.
This what I said the most possible dream. To be what we made for.

Of course I still want to be a busy-man (not businessman) who decides important decision. Who have power to rules the wrongs . I do. Its make people who know us feel proud . But we're made not to make people proud, but to answer the calling , and fulfill it. Not to make people happy, but to share our happines .

So from now , I want to listen my heart clearly . And follow it . I still need advices, but it is my heart who will take decision.

So, to all of you, maybe my decision sounds kinda shocking and unreliable (verdiyan can change his mind In 5minuntes!! Haha) , but this is me .
I'm just 20 by the way.
Hahaha...

Oktober 25, 2009

we'll gonna miss you..

cantikka patricepova


yang pertama kali saya dengar ketika saya terbangun siang ini ialah tangisan brenda . Ia meraung - raung seperti biasanya , padahal ia sudah kelas 6 sd! karena saya tau ia sering menangis karena hal - hal sepele , maka saya pun memarahinya . ia mengelak dengan mengatakan sesuatu yang membuat saya mau menangis juga !!!

"patrice hilang..!!!!!"

"apa?!"

patrice hilang!

dalam hati saya merenung , baru semalam saya menulis tentang seseorang yang pergi dari rumah ini , dan sekarang , binatang peliharan saya pun harus pergi dari sini ! what the .......

kalau mau diingat - ingat , di rumah ini pun anjing peliharaan silih berganti menjaga rumah ini dari pemiliknya . mulai dari molly , doggy , chi chi , blackie , patrice , dan anaknya troy .
kemarin saya masih melihat troy bermain - main dengan mamanya , bermain dalam arti anjing berarti menggigit leher sampai anaknya mengaing - aing , atau mengigit ekor sampai mamanya menggeram . bagi saya itu sebuah hiburan .

kebanyakan dari mereka pergi dari rumah ini dengan cara yang kurang mengenakkan . molly , anjing laki - laki yang setia . setiap pagi ia mengantar saya sekolah sampai ke tempat angkot , begitu juga ketika saya pulang , ia menjemput saya ! ia mati karena dipukuli pencuri yang digonggonggonginya . doggy , juga laki - laki ,sama setianya dengan molly, selalu mengantar jemput saya pulang sekolah . sementara itu chi chi , kami temukan ketika ia dibuang di depan rumah kami , penuh dengan kutu !! dan bulunya rontok semua ! karena hati iba kami , kami menolongnya . memandikannya dan merawatnya . namun papa membuangnya , karena chi chi tak bisa ditolong lagi . blackie , anjing nenek saya puluhan tahun lalu , yang juga mati karena dibunuh .

terakhir patricia .

saya dan adik saya yang menamainya patricia . belakangan kami menamakannya cantikka patricepove karena kecantikannya . hahahah . saya dan brenda memang pecinta anjing . kami biasa memeluk dan mencium - cium patrice , mengelusnya gemas , dan menganggunya ketika ia makan . brenda menanggapnya sebagai adiknya , begitu juga saya menanggapnya sebagai anggota keluarga kami . ia sama setianya seperti doggy maupun molly . dulu ia mengantar saya pergi sekolah dan berlarian ke arah saya ketika saya masih di ujung jalan , pulang .

kalau begitu mengapa ia begitu special buat saya ? well semua anjing yang pernah saya bawa ke rumah spesial bagi saya .
namun patrice berbeda . ia spesial . ia dipilih mama untuk di bawa pulang .
meskipun ia anjing perempuan , kami tak keberatan merawatnya .

kami masih ingat betapa pemalunya ia waktu pertama kali dibawa pulang ke rumah . ia selalu bersembunyi di pojok2 yang gelap , dan malu bila dipanggil . namun begitu ia mengenal rumah dan semua orang , ia bukannya malu , tapi malu - malu in! berlari kesana kemari , meminta makanan pada setiap orang , menggonggong pada orang tak dikenal , dan mengikuti tamu yang datang dengan curiga .

ada banyak penyesalan dalam hati saya ketika tau ia hilang . saya tahu ia hanya anjing . tapi bagi kami , ia anggota keluarga , yang menjaga rumah ini dari orang yang bermaksud jahat, yang menghibur kami dengan tingkahnya , yang bisa jadi tampat kami curhat .
seringkali saya tidak memberinya makan , atau tidak memandikannya selama 2 minggu , pernah bahkan sebulan ! teman - teman saya menggoda saya kalau patrice adalah pacar saya (orang gila!! saya masih normal !)
namun jika kau bertanya apa aku menyayanginya ? jawabannya "ya.."


for patrice :

maybe you can't read , and maybe you can't open the internet ,
but i want you to know , that , i will gonna miss you
we will gonna miss you
though i don't know where are you now ,
i pray to god that he'll keep you save
i hope you brought by a rich people who wanted a dog to accompany his old years
it's okay
i still remember your smell
it smelled suck
but i like it
i miss it
i still remember , how you're chilling when you're taking a bath
how your hair felt soft in my hands
i still remember your barks ,
i still remember that you are a coward , beacuse you are a female-dog
it's okay
i like you the way you are
and it's not just because you are a dog , you mean nothing
you are my mother's legacy
that's why i'll keep your offspring in the house
goodbye patrice, hope you'll be okay wherever you are..

Oktober 24, 2009

time when we're gone, time when we're back...

saya baru terbangun dari tidur siang ketika menyadari hujan turun amat deras . ketika saya keluar dari kamar saya , saya tak melihat seorangpun di ruang tengah . tidak ada brenda yang sedang menonton tivi , tidak ada nenek yang sedang duduk - duduk di kusi malas . awan mendung membuat siang hari itu terasa sedikit gelap .
dingin .
saya suka dingin .
gelap.
saya juga suka gelap .
dari balik jendela ruang tamu yang besar , saya melihat hujan turun membasahi bumi , seakan melihat sebuah lukisan dari balik frame .
dan saya menyadari kalau saya sedang sendirian di rumah...




===================================================

pernah merasa kesepian ? sendirian di rumah ? sendirian di antara kerumunan banyak orang ? sendirian di antara milyaran bintang di langit ?
kalau kamu tanyakan itu pada saya , well, saya bisa berbagi banyak hal tentang perasaan yang satu ini .

saya pernah memberitahukan kepadamu kalau saya tinggal di sebuah keluarga besar , ya kan ? sebelum pindah ke rumah yang sekarang saya tinggali , rumah nenek saya , saya terbiasa dikelilingi minimal 4 orang di rumah , atau 5 orang di akhir pekan jika papa saya pulang ke rumah . ketika kami pindah ke rumah nenek (nenek dari mama) , jumlahnya bertambah semakin banyak : mama , papa , kode (koko gede) , cici , kaka (lain waktu akan saya ceritakan kenapa saya memanggil kaka laki2 kedua saya dengan sebutan kaka) , saya , brenda , tante , nenek , dan kakek ! kami ber-10 di dalam sebuah rumah !! hahaha
omong - omong , rumah nenek saya masih cukup besar meskipun sudah ditinggali 10 orang .

sebelum direnovasi , kami memiliki 2 kamar mandi , dapur yang amat besar , 4 kamar tidur , 1 kamar sembahyang (nenek mempunyai sebuah tepekong kecil di rumah kami) , ruang tamu , dan sebuah toko kelontong : di dalam satu rumah . saya terbiasa berlari - larian dari dapur yang bisa tembus ke ruang tamu lewat kamar nenek saya , atau duduk - duduk di loteng di malam hari memandangi bintang - bintang . waktu itu umur saya masih 6 tahun .

saya ingat pulang ke rumah membawa sebuah piala dari taman kanak - kanak : saya juara satu , beberapa hari setelah saya pindah ke rumah itu . entah mengapa yang memberi saya penghargaan tinggi karena saya mendapat juara satu ialah tetangga saya , bukan orang di rumah . saya tak terlalu menghiraukannya , lagipula apa arti piala bagi seorang anak berumur 6 tahun ?

saya ingat saya langsung berkenalan dengan anak - anak di sekitar rumah , dan yang paling saya kenal ialah sylvie , teman sekelas saya di t.k. yang kini menjadi tetangga depan rumah saya . kami sering bermain bersama , bermain ayah - ibu . tapi bukan saya yang seringkali menjadi ayahnya , namun ia yang menjadi ayahnya . hahahaha.5x adiknya , syeni , menjadi anak kami .
di sore hari , ketika seorang yakult lady lewat depan rumah saya , kakek saya akan memanggil saya untuk membelikan saya yakult , saya masih ingat harganya 350 satu buah , 3 yakult seribu . belakangan saya baru tahu kalau kakek amat menyayangi anak - anak dari mama saya .


namun semuanya tak bertahan lama . satu persatu mereka meninggalkan rumah itu .
saya kelas 2 sd ketika kakek meninggal , 2 tahun setelah saya pindah ke rumah itu . saya merasa sedih , namun ketika seluruh anggota keluarga dari mama berkumpul , entah mengapa saya merasa senang . saya berkenalan dengan banyak saudara yang belum pernah saya temui sebelumnya . saya juga jadi mengetahui kalau kakek saya memiliki 2 orang istri , dan itu tandanya saya memiliki cukup banyak nama - nama om , tante , sepupu , sepupu tiri , om tiri , tante tiri , suami tante , istri om , suami tante tiri , istri om tiri untuk diingat!!

di tahun yang sama , keluarga kami mulai mendapat masalah . kode terjerat narkoba . ia "mencuri" semua barang yang bisa dijual di dalam rumah kami : tabung gas , sepeda (balap yang harganya mahal) , sepeda biasa, nintendo , kompor , karung bekas , kardus bekas , jam tangan , bahkan sampai ke besi tua yang ada di gudang !! ia juga mencuri uang papa ! saya pernah memergokinya sedang menyuntik "obat" itu ke lengannya di loteng . masih jelas dalam ingatan saya , ia mengikat lengannya dengan tali keras - keras , talinya ia gigit agar memastikan tangannya sudah terikat erat , kemudian ia menyuntikkan obat itu, tidak sampai disitu , ia menyedot kembali darahnya kemdian menyuntikkan kembali darahnya itu . tau untuk apa ? agar tetes - tetes obat sialan yang menempel di dalam suntikan itu tidak terbuang sia - sia !!!
dan saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri ! yeah , saya berumur 8 waktu itu !

suatu hari , pukul 1 pagi , saya dibangunkan kaka . ia hanya mengatakan , "di , kode sudah meninggal." . saya tak merasa apa - apa . kami turun berdua dari kamar saya di lantai atas . di bawah tetangga - tetannga datang untuk melihat . waktu itu pukul 1 pagi , saya masih ingat . ia meninggal karena overdosis , mulutnya tak berhenti mengeluarkan busa , darah keluar dari telinga , hidung , dan mulut !!
entah mengapa saya tidak merasa sedih waktu itu.
namun ketika petinya hendak di tutup dan di lem , hendak dikremasi , ketika saya melihat istrinya menangis sampai hampir pingsan , ketika saya melihat mama saya menangis , ketika saya melihat cici menangis sampai pingsan , ketika saya melihat kaka menangis , saya menangis .
dalam hati saya berkata , " saya bersama dengan kode di kehidupan ini . hanya di kehidupan ini . dan sekarang kode sudah meninggalkan kami untuk selama - lamanya . dan saya tidak akan bertemu kamu lagi , tidak besok , tidak lusa , bahkan tidak ketika saya besar nanti ." dan saya menangis sesenggukan .

bagi saya , itu adalah pengalaman pertama saya ditinggal sesorang untuk selama - lamanya . selama - lamanya . sulit membayangkannya waktu itu . namun seiring berjalannya waktu , saya mulai melupakan wajahnya , saya mulai melupakan suaranya , saya mulai melupakan gerak - geriknya , dan pada akhirnya saya mulai sibuk dengan diri saya sendiri .

saya pikir orang yang akan pergi meninggalkan kami berikutnya ialah nenek . namun tebakan saya salah . bertahun - tahun setelah keluarga kami hidup "normal" (normal berarti tidak ada yang meninggal lagi) , sekali lagi , saya dibangunkan dari tidur (siang) saya oleh tante saya yang menangis meraung - raung . "verdii.. mamamu sekarat..."
papa membawanya pulang setelah semalaman di rumah UGD . dokter bilang sudah tidak ada harapan lagi . jadi lebih baik dibawa pulang .
setelah melalui malam yang berat , menjaga mama saya sendiri yang meraung - raung kesakitan karena kanker yang menyerang ke seluruh jaringan tubuhnya , akhirnya ia dibawa pulang .
di ruang tamu ia dibaringkan , dikelilingi papa , nenek , tante , saya , brenda , cici , dan 2 orang tetangga saya , kami menunggu kaka yang sedang dalam perjalanan pulang dari cilegon . ia berkerja disana . tak lama setelah ia tiba , pendeta saya menyuruh kami membisikkan pesan ke telinganya "saya akan baik - baik saja , jika mama/istriku/kakakku/anakku ingin pergi sekarang , pergilah dengan tenang ." saya mengucapkannya sambil menitikkan air mata .
tak lama , ia menghembuskan nafas terakhirnya dikelilingi semua anggota keluarganya .

dan saya berumur 18 tahun . dan saya tidak tidak merasakan apa - apa . saya merasakan setengah jiwa saya direnggut waktu itu . jiwa saya mati setengah . dan hidup saya berubah untuk selama - lamanya . ada banyak hal buruk dalam diri saya , hal - hal yang bahkan tak bisa saya ceritakan disini karena terlalu buruk!! hingga saya menyesal , penyesalan yang sia - sia kan ?! seumur hidup kau egois , kurang ajar terhadap ibumu , dan tak berbakti padanya , kini ketika ia mati , ketika ia pergi untuk selama - lamanya , dan kau menyesal !



saya tidak mengatakan bahwa diri saya yang sekarang 'baik' . namun saya tidak bisa mengingkari perubahan - perubahan besar yang terjadi . bagaimana saya melihat dunia dengan cara yang amat berbeda dari sebelumnya , atau bagaimana saya menyingkapi tanggung jawab , hal - hal sepele yang jarang diperhatikan seperti : mencuci baju atau menyiapkan sarapan pagi . dan yang terlebih lagi , saya amat menyadari pentingnya memanfaatkan waktu yang ada . menggunakan untuk mengatakan aku sayang kamu pada orang yang kita kasihi (27 hari sebelum mama saya meninggal , ia berulang tahun , dan saya tidak mengucapkan selamat ulang tahun karena malu!!!!!!) , menggunakannya untuk mengejar setiap mimpi yang ingin kita raih , dan lebih dari semuanya itu , menggunakannya untuk memaknai kehidupan , kehidupan kita yang berharga .


beberapa bulan setelah mama meninggal , kaka dan cici menikah . bagi kebanyakan orang cina sangat tidak baik menikah di tahun yang sama dengan kematian anggota keluarga kita , terlebih mama , namun kami memutuskan untuk melakukannya di tahun yang sama . ia sudah menunggu begitu lama untuk menikah , dan lagipula apakah mama akan marah karena anaknya menikah di tahun yang sama ?
yeap, kau tahu , itu berarti mereka keluar dari rumah dan tinggal bersama suami dan istrinya .

dan rumah di ujung jalan itu sudah banyak berubah dari sebelumya . hari - hari dimana kakak memecahkan kaca dan menyobek daging betisnya hingga tulangnya terlihat , atau ketika saya meminum sebotol minyak tanah karena kehausan dan tak ada orang yang memperdulikan karena mereka repot mengurus pembeli , atau hari dimana ketika kami menikmati sedikit kebahagiaan , semuanya terjadi di rumah itu .

yeah, waktu membuat semuanya berubah dengan cepat tanpa kita sadari.
kami tinggal ber-5 sekarang . setengah dari keluarga kami meninggalkan rumah itu . entah untuk selama - lamanya dan tak pernah kembali lagi , atau pergi untuk membangun kehidupannya sendiri - sendiri . tahun depan saya akan berangkat ke perancis . jika waktu tak bisa ditahan , tanpa disadari suatu saat brenda akan keluar juga dari rumah itu .
nenek sudah berumur 83 , tante berumur 42 (dan masih single) , dan papa , saya pernah mendengarnya berencana untuk menikah lagi.. hahahaha it's okay dad..

sebelum waktunya saya meninggalkan rumah itu , saya ingin kami semua berkumpul bersama. yeah mungkin mama , kode , atau kakek tidak bisa datang untuk melepas kepergian saya , tapi sekarang kami mempunya sur , istri kaka , dan chiu sugi , suami cici , kami mempunyai rama , anak kaka dan edbert anak cici . kita akan pesta , untuk kembali melihat waktu ketika kita bersama , dan waktu ketika suatu saat nanti kita kembali...

Oktober 18, 2009

la responsabilité


as life goes on, i'm starting to learn more and more about responsibilities and i realize that everything i do is affecting the people arround me so i want to take this time out to apologize i'm done , and things that haven't occured yet, and things they don't want to take responsibility for.. sorry, blame it on me - akon




"SIAL..!!" saya berteriak sambil meninju tembok berkali - kali. buku - buku jari saya sudah seringkali terluka karena melakukan hal ini ketika saya sedang kesal . coba kau bayangkan , saya sudah push-up 50 kali , sudah sit-up 50x , sudah loncat - loncat ratusan kali , tapi tak sedikitpun semua usaha saya membuahkan hasil !
beberapa jam lagi , matahari akan terbit , dan saya belum juga terlelap!
saya sudah : membaca alkitab , mendengarkan musik instrumental , menonton tv , membaca novel bahasa inggris yang kata - katanya dari zaman king james , mengerjakan soal - soal di buku tugas bahasa perancis , dan tak satupun membuat saya mengantuk .
saya membawa mp3 player saya , memutuskan untuk berkeliling sejenak di luar sambil menikmati suasan subuh yang sepi . sambil mendengarkan lagu wake me up when september end , saya menikmati indahnya bintang - bintang hingga matahari terbit .
voila , tak sedikitpun saya merasa kantuk !




==================================================

masih teringat perkataan kepala sekolah saya di smp : "kalau tidak bisa bangun pagi , lebih baik jangan bersekolah disini ! cari sekolah di belakang rumahmu!"
ibu syukur namanya . orangnya tinggi , ideal , dagunya tajam , wajahnya selalu tampak masam , dan dahinya selalu mengkerut seperti memikirkan masalah yang tak pernah habis . ia sering memberi hukuman ketika saya datang telat , seperti harus tiba ke sekolah sebelum pukul 6,30 , atau membuat surat pernyataan dengan materai dan semacamnya . tapi sampai saya lulus smp pun , saya masih suka datang telat .

pernah sekali waktu saya tiba pukul 7,15 . gerbang luar masih dibuka , jadi saya berlari masuk . sialnya , gerbang smp sudah ditutup (sekolah kami memiliki pintu gerbang berlapis..) . jadi, saya duduk menunggu di depan pintu gerbang smp . tak disangka - sangka , suster fransesco datang !! untuk menggambarkan ketakutan saya terhadap suster fransesco , kau harus tahu siapa dia : umurnya 70 tahun lebih atau 80an , tubuhnya pendek , namun jalannya masih tegap , rambutnya putih , tanpa penutup kepala suster , semua orang menghormatinya , perkataannya adalah perintah tanpa bantahan , ia akan marah jika seseorang : melakukan hal - hal bodoh yang tidak berguna , melanggar peraturan yang telah disepakati , melakukan kesalahan tanpa merasa bersalah . ketika ia marah ia akan berteriak sekencang - kencangnya , memaki semarah - marahnya , dan ia amat hebat menyudutkan orang!



perut saya melilit ketika mobilnya mendekat dan berhenti di hadapan saya . saya bangkit dan berdiri agak jauh dari tempat saya semula duduk . ketika ia turun dari mobil dibantu supirnya , saya hampir pingsan . saya berusaha untuk memberinya senyuman dan sapaan . "selamat pagi suster !" dan saya siap untuk dipanggang .



"selamat pagi!" katanya ramah .

tunggu , pikir saya . ini bukan jawaban yang saya harapkan .

"kenapa datang telat ?" tanyanya dengan senyuman .

saya melongok 1/1trilyunmilyarbilyun detik . what the f***
"Eh.. eeh.. rumah saya di tangerang , suster . keadaan jalan tidak bisa diprediksi ." jawab saya diplomatis .

suster menangguk . "bangun lebih pagi lain kali , ya." pesannya .

saya mengangguk , ia masuk ke pintu gerbang . saat itu saya seperti seorang anak kecil polos yang diberikan sebuah permen kesukaan oleh seorang tak dikenal , dan saya rela memberikan apa saja untuknya !!

meski setelah kejadian itu , saya masih suka datang telat :
di SMA Negri 1 : 21 telat selama 1 semester .
hukuman : berdiri selama satu jam pelajaran

di SMA Kanaan : 31 telat semala 2 semester
hukuman : berlari keliling lapangan 25x

di Mardiyuana : 27 telat dalam 4 bulan
hukuman : memunguti sampah

di Saint John : 25 telat selama 2 semester + 3bulan
hukuman : n/a

Seringkali , ketika saya dalam perjalanan ke sekolah dengan angkutan kota , dan saya tahu kalau saya akan telat , saya merasa kalau diri saya amat buruk . teramat buruk . saya mencoba mengarang berbagai macam alasan , namun ketika tiba di sekolah , saya tahu beribu alasan saya kemukakan pun tak akan membawa kebaikan bagi diri saya sedikitpun .
dalam sebuah rapat pengerja muda gereja , seorang kakak berkata "Tuhan memberikan keselamatan dengan cuma - cuma . tapi kita harus menerima anugerah itu dengan rasa tanggung jawab . contohnya datang pelayanan tepat waktu ."
saya menyadari perkataan itu benar , tapi saya telat selama 32 hari minggu / 52 hari minggu per tahun !

apakah saya sudah tidak bertanggung jawab dengan semua hal yang Tuhan anugerahkan ? apakah ada sesuatu yang salah dalam diri saya ? dan jawaban untuk keduanya ialah "ya" .



saya sadar hidup saya tak seindah yang terlihat . ketika seseorang melihat kelebihan - kelebihan saya , di saat yang sama saya melihat kekurangan - kekurangan yang saya miliki ke dalam diri saya . perasaan - perasaan diremehkan karena saya tak bisa bertanggung jawab , atau perasaan di pandang sebelah mata , atau perasaan buruk pada diri saya sendiri . rasa - rasanya saya membenci semua orang , dan itu karena saya membenci diri saya sendiri .
ketika saya melihat ke belakang , untuk mencari jawaban - jawaban akan semua hal ini , saya menemukan hal yang membuat saya terkejut . saya ingat menjadi anak yang paling kecil di rumah . semua orang menyayangi dan melindungi saya . saya berumur 3 , kaka berumur 8 , cici berumur 10 , dan kode berumur 12 , mama berumur 31 dan papa berumur 36 . semuanya tampak sempurna kan ?



namun ketika saya terjun ke dunia nyata , semua tampak sebagai sebuah mimpi buruk . well , saya tidak bisa menyalahkan kedua orang tua saya karena memanjakan saya sebagai anak bungsu . saya tidak bisa menyalahkan kakak - kakak saya karena melindungi saya dan menjadikan saya anak bawang . dan dari semua hal itu , saya tidak bisa menyalahkan siapapun karena menjadi seseorang yang kurang mandiri .
semuanya bertambah sulit ketika hidup saya berubah : kode yang mati karena overdosis dan meninggalkan seorang istri beserta 2 anaknya , atau kaka yang dikeluarkan dari sekolah karena hendak menonjok gurunya , atau seorang adik yang dilahirkan ketika saya hampir berusia 10 , atau mama yang tiba - tiba meninggal karena kanker yang tiba - tiba sudah stadium 4.
atau ketika saya terjun ke dunia nyata, dimana semua orang mengharapkan saya mampu bertanggung jawab , sementara saya tidak tahu caranya menggunakan dongkrak ?! atau ketika saya bertemu dengan seseorang yang selalu meremehkan diri saya , karena ia bukan anak bungsu , dan memiliki masa kecil yang suram .
apa itu semua salah saya ?


bagi saya , masalah insomnia ini bukan hanya masalah gangguan tidur karena stress atau karena masalah kesehatan . bagi saya ini jauh lebih penting . jauh lebih serius . ini mengenai eksistensi saya sebagai seorang manusia . seorang manusia yang ingin diterima , yang ingin dianggap berguna . seorang manusia yang ingin menyatakan dirinya yang selama ini hanya ada dalam bayangannya. menjadi seorang pria yang bertanggung jawab .


===============================================




saya menyeruput kopi hangat yang saya buat untuk menemani saya duduk menikmati matahari pagi . selalu , terbitnya matahari melambangkan sebuah awal yang baru. dan pagi ini , saya mau memulainya dari awal lagi.





Welcome to the planet
Welcome to existence
Everyone's here
Everybody's watching you now
Everybody waits for you now
What happens next?

I dare you to move
I dare you to lift yourself up off the floor
I dare you to move
Like today never happened
Today never happened before

Welcome to the fallout
Welcome to resistance
The tension is here
Between who you are and who you could be
Between how it is and how it should be

I dare you to move
I dare you to lift yourself up off the floor
I dare you to move
Like today never happened
Today never happened

Maybe redemption has stories to tell
Maybe forgiveness is right where you fell
Where can you run to escape from yourself?
Where you gonna go?
Salvation is here

I dare you to move
I dare you to lift yourself up off the floor
I dare you to move
Like today never happened
Today never happened before

dare you to move by. switchfoot

September 27, 2009

welcome to this world.... (bagian satu)

"sakiiiit.." katanya sambil meremas - remas naju di atas perutnya yang membesar . bukan saja perutnya yang membesar , namun juga seluruh anggota tubuhnya ikut membesar : lengannya , pahanya , pokoknya lemak - lemak menempel dimana - mana . wajahnya tambah jelek dengan jerawat - jerawat , tampak lingkaran hitam melingkari matanya .

"tahan ci , satu milyar ibu - ibu juga kesakitan ketika harus melahirkan ." kata saya mencoba menghibur dengan membandingkan penderitaan 1 milyard wanita lainnya .

"iya tapi sakit... aduuh..." ia terus mengerang - erang kesakitan .

saya tidak bisa berbuat apa - apa kecuali berkata "ditahan sakitnya" . melihatnya terbaring di atas ranjang , kesakitan dengan perut membesar tak berdaya , dengan infus injeksi dan oksigen yang membantunya bernafas , memunculkan trauma membekas dalam diri saya : kematian mama .

=================================

saya tak pernah menyukai rumah sakit . bukan karena bau obat - obatannya , seperti kebanyakan orang . Namun lebih dari itu , hidup saya berubah untuk selama - lamanya di rumah sakit .
ketika papa menyuruh saya untuk segera ke rumah sakit , saya sudah menyiapkan banyak alibi dalam kepala saya agar saya tidak pergi ke sana , namun alasan di balik semua itulah yang membuat saya memberanikan diri untuk pergi ke rumah sakit : "cici akan melahirkan."

saya berangkat berdua bersama brenda , adik saya . sedikit malas - malasan , namun akhirnya kami tiba di rumah sakit bersalin itu . sedikit tersasar karena salah informasi , akhirnya saya menemukan kamar dimana cici akan melahirkan . suasananya masih sama seperti terakhir kali saya ke rumah sakit : higienis (itu yang selalu mereka katakan) , bau obat - obatan , dan alat - alat mengerikan lainnya . Cici sedang terbaring di atas ranjang dengan pakaian yang disediakan khusus untuk operasi . wajahnya tampak pucat dan kusut , jelek . tubuhnya apalagi . dalam kepala saya : beginilah pengorbanan seorang wanita untuk melahirkan seorang anak .

saya sudah membawa banyak barang untuk menunggui cici bersama brenda . buku latihan bahasa perancis , kamus bahasa perancis yang tebalnya setengah CPU komputer , diskman untuk mendengarkan cd "methode de francais : echo 2" dan minuman . namun seperti seringkali , hal - hal yang saya bawa tidak berguna sama sekali . Baru beberapa lama kami tiba dan menggantikan suaminya menemaninya , tiba - tiba ia mengeluh mulas - mulas .

"sakiit.. sakit..." erangnya .

saya sedang mencari arti kata attentat n.(nom atau noun dalam bahasa inggris) m.(male = jenis kelaminnya laki - laki) di kamus perancis indonesia ketika ia mengeluh kesakitan .

"mau saya panggilkan suster?" saya menawari . Ia menggeleng namun kembali meremas - remas pakaian di atas perutnya .

attenta.. attendir, attendu... attentat "yeap, attentat berarti percobaan pembunuhan." saya meenulis artinya.

"SAKIIIIIIITTT..." ia mengerang kencang.

saya menyuruh brenda memanggil suster . "ditahan ci ."

"iya tapi sakiit!" katanya seperti anak - anak .

setelah suster datang dan menjelaskan bahwa rasa sakit itu ditimbulkan karena infus induksi , cici meminta suster menghentikkan infus induksinya itu . infus induksi berguna untuk menambah konstraksi rahim sehingga bayi akan lebih cepat keluar . suster tidak bisa menolak , namun juga tidak bisa mengiyakan . ia menanyakan keberadaan suaminya yang baru saja pulan untuk beristirahat . sebagai adik saya meminta suster untuk menghentikan dulu infus induksi itu . akhirnya suster itu menghentikkan sementara infusnya .

saya menelpon suaminya untuk segera datang . sementara itu , cici sedang menangis menahan sakit . saya tak bisa membayangkan bagaimana rasa sakitnya , dan memang tak akan pernah bisa , karena saya bukan seorang wanita . namun dengan melihatnya saja , sudah cukup membuat saya pusing .
dan cukup membuat saya mual melihat diri saya di dalam cermin karena apa yang telah saya perbuat pada mama saya .

setelah infus diberhentikan , saya masih melihat ia menahan sakit . saya dan brenda hanya terduduk menungguinya disampingnya . waktu terasa berhenti di sini . ketika orang - orang lalu lalang diluar sana , kami bertiga hanya terdiam disini , menunggui lahirnya seorang anak manusia , berjuang terhadap resiko terburuk , kematian .berbagai pikiran buruk terus menghantui saya . namun sebisa mungkin saya menepisnya . ini bukan hal mudah karena saya seorang pesimis !

namun tak lama kemudian , suaminya tiba . memberinya sedikit ketenangan dengan mengelus - elus punggunggnya , memberi ketenangan dengan memberikan tangannya untuk di cengkeram cici saya , dan memberikan ketenangan dengan kata - katanya .
"ditahan sakitnya.."

saya tah , meski kami mengatakan satu kalimat yang sama , namun ia menerimanya dengan cara yang berbeda . dengan manja ia mengeluh pada suaminya, dan suaminya mengelus - elus punggungnya.

inikah artinya keluarga ?
saya tersenyum kepada diri saya sendiri..


bersambung.....

September 10, 2009

Bus yang sama..

Saya duduk kursi paling belakang , di pojok kiri . Bus tidak penuh seperti biasanya , kali ini sedikit lengang , dan banyak bangku - bangku kosong . Jendelanya saya biarkan terbuka sehingga angin masuk meniup rambut saya dengan kencang . Dari balik jendela , matahari bersinar amar terik , langit berwarna biru cerah , awan bergumpal - gumpal membentuk benda - benda imajinasi dalam otak kita , dan hamparan sawah hijau melebar menjauh , dibatasi gunung jauh diujungnya .
Dengan alunan lagu Kiss me Goodbye - Angela Aki , saya menikmati perjalanan saya menuju sekolah yang jaraknya 100km pulang-pergi..


========================================================

Jakarta , 10 September 2009 , suhu siang ini ialah 33oC . Dalam perjalanan pulang dari tempat kursus , saya bersama seorang teman mengantri di halte busway , menunggu bus yang akan membawa kami pulang . Antriannya panjangnya bukan main , semua orang terlihat kesal , dan kepanasan . 33oC !! Siapa yang bisa tahan berlama - lama dijemur di teriknya matahari tropis yang lembab ?!
"Musim apa sekarang seharusnya ?" tanya saya .
Dengan entengnya , Ia menjawab , "Abad 21 sudah tidak ada musim !"
Saya tertawa mendengar jawaban konyol yang penuh makna itu . Penuh makna karena kalimat itu memiliki banyak interpretasi : sindiran kepada orang - orang yang berkuasa karena sudah merusak bumi , atau bisa juga curahan hati yang sudah terlalu lama dipendam karena seringkali ia membawa payung namun tidak jadi hujan , dan ketika membawa payung hujan deras selama 2 jam lebih , atau bisa juga candaan belaka .
Salah seorang teman kelahiran Indo namun besar di Amerika bahkan kulitnya terkelupas waktu peratama - tama Ia tinggal disini . "Terlalu lembab disini , maan." katanya kesal tapi santai .

Ketika akhirnya bus datang , dan saya mendapat tempat duduk , saya memilih untuk memjamkan mata saya , mencoba tertidur . Betapa nyamannya , pikir saya . Bus full A.C. , kursi yang nyaman , supir yang professional . Saya hanya perlu tidur sepanjang perjalanan Jakarta - Tangerang .
Sudah setengah jam lebih ketika saya terbangun dan bus sedang menekan klaksonnya kencang - kencang karena ada bus yang memasuki jalur busway , parahnya bus itu berhenti seenaknya menunggu penumpang yang hendak naik !! Saya ikut kesal seperti penumpang lainnya . Namun ketika saya melihat bus itu , tiba - tiba , saya merasa aneh karena sudah merasa kesal . Bus itu berwarna merah , sopirnya berhenti semau - maunya , penumpangnya dijejali seperti ayam , dan keneknya dengan lagak preman memelototi sopir - sopir yang mengklakson ke arah busnya . Apa yang spesial dengan bus ugal - ugalan , atau yang juga disebut bus pengantar nyawa itu , bagi saya ?

========================================================

Sudah pukul 6 lebih 15 menit , tapi bus yang saya tunggu belum juga datang . Warnanya merah atau hijau , orang - orang menyebutnya bus pengatar nyawa . Karena di jalanan bus itu jalan semaunya . Salib sana salib sini , 120km/jam ketika jalan tol sepi!! Penumpangnya penuh sesak , mulai dari pegawai negri , pedagang buah - buahan , anak sekolahan sampai motor bebek ! Namanya bus "Murni" . mau tahu berapa ongkos sekali jalan dari Tangerang ke Serang untuk anak sekolahan ? RP. 5,000 !!! Saya sudah menunggu setengah jam di pintu masuk tol Serang Barat , namun bus itu tidak juga datang . Bisa sampai rumah jam 8 saya ! pikir saya kesal .





Matahari sudah mulai gelap , orang - orang sudah mulai sepi , dan udara menjadi lebih dingin . Perut saya keroncongan minta makan . Sementara uang yang ada di kantong seragam saya hanya cukup untuk membawa saya pulang ke tangerang .
Dengan hati menggerutu , saya mulai menyalahkan bus sialan yang jadwalnya tidak teratur itu . Sementara orang - orang semakin sedikit , saya mulai menyalahkan keadaan , "kenapa saya harus bersekolah di kota sialan ini" yang jaraknya puluhan kilometer dari rumah saya . Dan ketika bintang - bintang bermunculan satu - persatu , saya mulai menyalahkan Tuhan karena semua hal buruk yang sedang saya alami dalam hidup saya .

Saya merenungi diri saya . Lihat , saya sedang duduk di pinggir trotoar , dengan seragam SMA yang lusuh dan keluar - keluar , belum pulang ke rumah padahal sudah jam setengah 7 malam !! Dimana saya ?! Sewaktu di sekolah terbaik dulu , ketika dengan nyamannya saya duduk di dalam mobil jemputan , dalam perjalanan pulang ke rumah , sering kali saya melihat anak - anak kampung bergerombolan duduk di pinggir jalan , sampai petang hari mereka tidak pulang ke rumah . Saya juga sering melihat mereka berlarian mengejar bus kota . Pikiran saya waktu itu adalah , tidak adakah yang memperhatikan mereka ? mereka pasti bau karena harus lari mengejar bus , belum lagi di dalam bus mereka harus berjejal - jejalan . "jangan sampai saya seperti itu !"
Ada kekesalan yang kuat di dalam hati saya . Kemarahan yang tak tahu harus saya limpahkan kepada siapa , atau apa penyebabnya .






Anak yang waktu itu dengan jijik melihat anak lain duduk - duduk di pingir jalan sampai petang dan berjejalan di dalam bus , kini sedang duduk di pinggir trotar dekat gerbang tol , menunggu bus yang harus ia kejar saat ia mau menaikinya dan berjejalan di dalamnya !

Siapa yang harus disalahkan ?

Siapa yang harus disalahkan kalau tidak ada lagi sekolah di kotanya yang mau menerimanya
untuk bersekolah lagi ? Siapa yang harus disalahkan kalau ia pernah bersekolah di sekolah terbaik dan kini ia bersekolah di ujung bumi lainnya yang tidak diketahui seorangpun ?

Sudah hampir pukul 7 ketika bus yang saya tunggu - tunggu itu datang . Di dalamnya sudah terlalu banyak orang untuk ditambah 10 penumpang lainnya . Saya berdiri di tengah - tengah , anak - anak sekolahan selalu disuruh berdiri di tengah , atau duduk di pojok belakang bus , bukan di kursi , belakangnya kursi yang paling belakang , tempat orang - orang menaruh barang - barang , hanya karena kami membayar setengah dari para penumpang lain . Kelaparan , kelelahan , dan kesal saya berdiri berjejalan .



langit sudah gelap pekat , lampu di dalam bus dinyalakan . Semua orang diam karena kelelahan melalui hari yang berat , hanya suara mesin bus yang keberatan dan dipaksa melaju kencang yang terdengar . Angin malam yang kencang berhembus dari jendela atas bus , meniup rambut saya , saya memandang refleksi wajah saya di kaca jendela . "Apa ini yang rasanya menjadi orang dewasa ?"
Tidak terasa saya sudah berumur 17 tahun . Wajah saya sudah tidak seperti anak - anak lagi , garis - garisnya menegas . Dada saya sudah membidang , dan tungkai - tungkai tangan saya sudah berotot . Saya menjadi sedikit pendiam dibanding beberapa tahun lalu .
Dan saya menyadari , bahwa orang dewasa jarang sekali berbicara . Apakah saya mulai beranjak dewasa ? Sampai - sampai saya tidak menyadari indahnya bintang - bintang yang bertaburan di langit, malam ini , padahal sewaktu kecil dulu saya mampu mendongakkan kepala saya bermenit - menit hanya untuk melihat bintang . Apa begini rasanya bertumbuh dewasa , harus menahan rasa lapar yang tak tertahankan sementara tidak ada seorangpun yang bisa kita mintai makan ? Apa begini rasanya menjadi dewasa , tak mengeluh ketika harus berdiri berjam - jam karena tidak mendapat tempat duduk ?



Lagipula , kalau diingat - ingat, tidak setiap hari juga saya harus berdiri berjejal - jejalan seperti ini. ada kalanya saya bisa duduk di tempat yang saya mau , sambil memandangi langit biru , dan deretan sawah hijau yang membentang luas sepanjang jalan.
========================================================

Saya ikut kesal seperti penumpang lainnya . Namun ketika saya melihat bus itu , tiba - tiba , saya merasa aneh karena sudah merasa kesal . Bus itu berwarna merah , sopirnya berhenti semau - maunya , penumpangnya dijejali seperti ayam , dan keneknya dengan lagak preman memelototi sopir - sopir yang mengklakson ke arah busnya .

Tiba - tiba , senyum merekah di bibir saya , lebar sekali . Itu Murni ! pekik saya dalam hati . Biarlah dia berhenti sesukanya , mengambil penumpang semaunya di tengah jalan dan membuat orang - orang kesal . Haha..










Agustus 31, 2009

Ketika hidup adalah pilihan..

Ketika saya terbangun pagi ini , dalam benak saya hanya ada satu hal : saya kekurangan waktu . Pilihannya hanya ada 2 : pergi les bahasa Perancis tapi tidak bisa menyiapkan bahan - bahan presentasi (dan tentu saja akan membuat saya magang lebih lama di bimbingan belajar tempat saya melamar pekerjaan) , atau tidak pergi les bahasa Perancis (lagi!! SUdah 2x saya membolos les karena pekerjaan ini) dan menyiapkan bahan - bahan yang hendak dipresentasikan dengan baik , namun saya harus ketinggalan les bahasa Perancis 1 hari lagi !!
Bukan pilihan yang mudah !



Saya membenci membuat pilihan . Saya terbiasa untuk mengambil semua pilihan yang ada . Ketika ditanya , "Mau yang rasa vanilla atau coklat ?" , saya akan menjawab "dicamur saja keduanya ."
Atau ketika ditanya mau sepatu sport atau sepatu gaya ?" , jawabannya "Tolong tambahkan uangku , aku mau keduanya ." . Pilihan membuat saya bingung, dan tak jarang kehilangan arah . Karena itu saya membenci membuat pilihan .



Pertama kali mendapatkan pekerjaan ini , saya masih ingat bagaimana perasaan saya waktu itu : akhirnya saya bisa menghidupi diri saya sendiri ! Saya bisa membeli barang - barang yang saya mau tanpa memintanya kepada siapapun , dan saya menjadi seorang yang mandiri . Saya begitu senangnya . Dan saya memang tipe orang yang seperti itu , berlebihan dan jarang memikirkan konswekensi . Namun ketika datang persyaratan - persyaratan , perlahan - lahan saya mulai merasakan ketidak-nyamanan dengan pilihan yang telah saya ambil . Ketika waktu luang saya kini hilang karena harus dipakai untk bekerja , ada bagian dalam diri saya yang menolaknya dan berteriak - teriak agar saya berhenti saja . Lebih beratnya lagi , ketika saya menyadari bahwa waktu yang saya miliki untuk belajar bahasa Perancis di rumah (maupun di tempat les) harus terpotong karena ternyata menjadi seorang guru harus menyiapkan bahan - bahan yang akan ia ajarkannya di rumah .

Hal ini sama sekali tidak ada sama sekali dalam benak saya waktu itu , dan entah mengapa , sekarang ia menjadi beban buat saya . Sewakt di grade 1 , saya berjanji untuk hadir tanpa absent di kelas Bahsa Perancis , dan saya berhasil . namun tidak untuk kali ini . Pertama saya sudah absent 2x karena pertemuan dengan pimpinan tempat saya magang tersebut diadakan di pagi hari . Dan ketiga kalinya hari ini , ketika saya harus menyiapkan bahan - bahan untuk presentasi .


Ya Tuhan, kalau bisa memilih saya mau fokus belajar bahasa Perancis , tanpa diganggu hal - hal lainnya . Tapi keadaan saya serba sulit . 3 bulan lagi saya berulang-tahun yang ke-20 , dan tidak mungkin saya masih harus meminta - minta kepada orang tua atau kakak saya yang sudah bekerja ! Seandainya hidup lebih mudah buat saya . Tapi saya rasa semua orang mengatakan itu . Ingin hidupnya lebih mudah . Dasar manusia berdosa !!
Dalam beberapa dan banyak hal dalam hidup saya , saya merasa telah gagal . banyak hal berlalu begitu saja karena saya tidak mampu untuk mengendalikan diri saya . Saya memiliki sifat buruk
jauh lebih banyak dibandingkan orang lain seumuran saya , beberapa aspek dalam kehidupan saya sudah hancur dan butuh perjuangan untuk memperbaikinya . Ditambah kegagalan saya dalam hal mengatur waktu , maka lengkaplah sudah . Saya telah membenarkan semua perkataan orang - orang yang meremehkan saya !




Entah karene kebetulan atau sudah ada yang merencanakan ( Hidup saya selalu penuh dengan kebetulan - kebetulan yang membuat saya bertanya dalam hati , apakah itu kebetulan , atau ada yang merencanakan ) saya menemukan kotak undangan graduation day sewaktu SMA dulu . Itu adalah sebuah undangan yang didisain wali kelas kami di Saint John dulu . bentuknya sebuah kubus m dengan lambang Saint john di atasnya , kemudian jadwal acara graduation di satu sisi , foto saya dan foto kami sekelas di sisi lainnya . Kotak itu bisa dibuka tutup , yang bila dibuka , didalamnya ada sebuah kotak yang berisi pesan kehidupan dari guru kami , isinya :

To Verdiyan,
Anyone with your potential should dare to dream extreme !
Believe in tomorrow , believe in yourself, and prepared to be amazed!
Hold on to your dream , and believe in yourself!
Congratulation on your Graduation.


Apa yang telah saya perbuat dalam hidup saya . Kemana rasa percaya diri saya yang amat besar itu , dan selalu saya banggakan ? Mengapa mimpi - mimpi saya terasa semakin menjauh dan tidak mungkin untuk saya raih ? Mengapa lagu - lagu penyemangat yang sering saya dengar hanya terdengar seperti rentetan lirik klise dan terdengar seperti sebuah kebohongan ?!



Saya tidak pergi les hari ini . Namun saya berjanji pada diri saya , ini terakhir kalinya...


Agustus 27, 2009

Hujan..

Ketika matahari bersinar cerah ,  
orang - orang sibuk dengan urusannya sendiri ,dengan hidupnya masing - masing 

Ketika langit mendung , orang - orang menjadi gelisah
resah akan turunnya hujan

Ketika hujan turun , orang - orang berkumpul meneduh , dan saling bercerita menunggu berhentinya hujan..

======================================================================

Anak laki - laki itu berdiri sendirian di sebuah halte di kota kecil . Mobil - mobil lalu lalang di jalan yang cukup besar di hadapannya . Langit mendung , dan angin bertiup sedikit kencang . Perlahan - lahan rintik hujan pun turun , membasahi semua yang tidak tertutup . Orang - orang yang berlalu lalang dengan berjalan kaki pun segera memenuhi halte dimana tempat anak laki - laki itu berdiri . Pada awalnya semua orang - orang itu saling berdiam diri . Namun setelah beberapa lama hujan turun , dan sepertinya tak ada kemungkinan akan berhenti dalam waktu 5 menit ke depan , seorang wanita asing yang terlihat kerepotan membawa belanjaannya bertanya ,

"Where are you going , boy ?"

Itu bukan sebuah pembuka cerpen fiksi karangan seseorang yang tak dikenal . Lebih dari itu , cerita itu adalah sebuah kisah nyata , dimana saya adalah tokoh si anak laki - laki berumur 16 tahun itu . Saya sedang duduk di sebuah halte dalam perjalanan ke tempat saya part-time ketika tiba - tiba hujan turun deras sekali ke atas bumi . Entah mengapa adegan itu muncul dalam benak saya . Ketika hampir 4 tahun lalu , untuk pertama kalinya saya mengajar 2 orang kaka beradik yang jaraknya 30km dari rumah saya ! Dan hari ini , di hari yang sama saya diterima untuk bekerja part-time , Hujan deras turun , membuat saya menghentikan perjalanan saya , juga membuat saya untuk menoleh ke belakang ke kehidupan saya . Akan hal - hal apa saja yang telah terjadi dalam hidup saya beberapa tahun belakangan ini . 

Saya seorang remaja dengan emosi (amaaat) labil , mempunyai mimpi (amaaaaat) tinggi , dan masa depan (yang kelihatannyaakan) sangat cemerlang . Bayangkan saja , dari 10 orang teman - teman SD saya yang mendaftar masuk ke sekolah terbaik di Provinsi tempat saya tinggal (saya sendiri tidak tahu kalau itu sekolah terbaik??) , hanya saya dan seorang teman yang diterima . Padahal semua orang tua dari anak - anak yang mendaftar di sekolah itu setidaknya sudah menyiapkan dana untuk keperluan admisnistrasi di SMP (terbaik) itu , sementara orangtua saya hanya bisa bertengkar ketika Suster meminta kami membayar Rp. 5,000,000 sebagai uang pangkal (kalau tidak salah sebesar itu) . Papa menyalahkan Mama karena tidak memikirkan matang - matang , sementara Mama hanya bisa mencari pinjaman . 

Ibunda seorang sahabat saya terus memotivasi Mama saya agar saya bisa masuk ke sekolah itu . Bahwa itu bukan sekolah anak - anak biasa , bahwa saya memang layak bersekolah disitu , bahwa kita harus memperjuangkan apa yang kita anggap benar . Dan syukurlah , 3 tahun kemudian saya lulus dengan titel "Lulusan Salah Satu SMPTerbaik di Negri Indonesia" . Pengalaman bersekolah di "Salah Satu SMP Terbaik di negri Indonesia" ini merubah pola pikir saya amat sangat . Entah kenapa mata pengetahuan saya terbuka lebar , mata hati saya melihat sesuatu yang jauh lebih penting dari apa yang seharusnya dilihat anak seusia saya , dan tiba - tiba saja , saya menjadi seorang berpendidikan dari keluarga miskin dan gagal . 

Pencapaian saya kemudian ialah saya berhasil masuk ke "Salah Satu SMA Negri Terbaik di Negri Ini", tidak tanggung - tanggung , saya masuk ke "Kelas Anak - Anak Terbaik" !!!!

Dan disinilah semuanya bermulai . Ketika prinsip - prinsip kehidupan yang ditanamkan dalam hati saya berbenturan dengan prinsip di sekolah baru ini , saya pun bersikap offensive . Idealisme seorang anak bermur 15 tahun dengan segala kepolosannya melawan kenyataan dunia yang kejam . Dan dari sinilah hidup saya berubah . Tidak hanya berubah secara perlahan , namun secara cepat ! 

Dari smp terbaik , dari kelas terbaik di sma terbaik , saya pun harus bersekolah di sekolah dimana setiap hari ada pertunjukkan adu otot . Kemudian harus berpindah lagi ke sebuah sekolah kecil di kota kecil yang letaknya puluhan kilo dari rumah saya . Ditinggal mati Ibu yang menyimpan sendiri penderitaannya digerogoti Kanker Payudara stadium 4 . 

Bagaimana hidup itu amat tidak pasti dan tidak bisa ditebak !

Dari seorang anak manja , sampai harus memperjuangkan hidupnya sendirian ! Tentu saya masih memiliki keluarga , namun tanpa seorang Ibu , sebuah keluarga tidak lagi bisa disebut keluarga . Hal - hal yang selama ini saya naggap sepele bahkan tidak pernah saya perhatikan , kini menjadi begitu rumit . 

Saya sudah lulus SMA sekarang . Tidak ada seorangpun yang tahu bagaimana beratnya saya melalui masa - masa SMA ini . Banyak yang bilang SMA adalah masa - masa terindah , penuh dengan kisah cinta dan persahabatan . Namun apa yang saya alami : lebih dari semua itu . Pengalaman hidup yang tidak dimiliki oleh semua orang . Entah harus berbangga atau harus bersedih . 

Selalu tidak seperti perkiraan saya , hujan tidak berhenti pada waktu yang saya perikirakan , padahal saya sudah telat lebih dari setengah jam !! dan padahalnya lagi , ini hari pertama saya magang ! 

Saya masih ingat bagaimana perasaan anak laki - laki berumur 16 tahun itu menunggu hujan berhenti :

"Where are you going , Boy ?" tanya seorang wanita asing itu .

"I'm going home, Ma'am."

Ia mau pulang..